INTERNALISASI NILAI-NILAI SPIRITUAL RELIGIUS Studi Kasus di Ribat Tazkiyat al-Nafs Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Bengkulu Selatan

Main Article Content

Rizki Ramadhani
Duski Ibrahim
Munir Munir

Abstract

In Indonesia in general the community began to lead to a materialistic and hedonic attitude. They make material a measure of success and happiness. As a result, people often lose control. The more visible humans justify any means to achieve goals. In fact, true happiness and peace of mind cannot be obtained from material, position, long life and freedom. For those who do not find happiness and peace of mind with their glamor, the world seeks tranquility or happiness in its soul by reciting and following the tarekat. The practicing people believe, feel, and declare that through the practice of the teachings and practices of the tarekat this inner peace and essential happiness can be achieved. Of course, this was achieved not apart from the role of murshid who consistently guided and nurtured the spiritual practitioners through their practices and teachings. This means that spiritual education in the form of internalizing religious spiritual values ​​instilled by the murshid to the practitioners of the tarekat Qa> diriyah wa Naqsyabandiyah in Riba> t Taz \ kiyat al-Nafs South Bengkulu has a tremendous impact on changes in both psychological and mental and spiritually the practicers who in the end are able to change the behavior of the practicing person into a commendable person.

Article Details

How to Cite
Ramadhani, R., Ibrahim, D., & Munir, M. (2019). INTERNALISASI NILAI-NILAI SPIRITUAL RELIGIUS: Studi Kasus di Ribat Tazkiyat al-Nafs Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Bengkulu Selatan. Conciencia, 19(1), 32-39. https://doi.org/10.19109/conciencia.v19i1.2951
Section
Artikel

How to Cite

Ramadhani, R., Ibrahim, D., & Munir, M. (2019). INTERNALISASI NILAI-NILAI SPIRITUAL RELIGIUS: Studi Kasus di Ribat Tazkiyat al-Nafs Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Bengkulu Selatan. Conciencia, 19(1), 32-39. https://doi.org/10.19109/conciencia.v19i1.2951

References

Abdullah, Hawas. 1980. Perkembangan Ilmu Tasawuf dan Tokoh-tokohnya di Nusantara, Surabaya: Al Ikhlas.
Abdullah, Taufik et.al, 2002. “Tarekat”, Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, vol. 3.
Alim, Muhammad. 2006. Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Amar, Imron Abu, 1980. Di Sekitar Masalah Tarekat Naqsyabandiyah, Kudus: Penerbit Lenara.
Anwar, Rosihon dan Mukhtar Solihin. 2006. Ilmu Tasawuf, Bandung: CV. Pustaka Setia.
AS, Asmaran. 1994. Pengantar Studi Tasawuf, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Atjeh, Abu Bakar. Tarekat Dalam Tasawuf, Bandung: Sega Arsy.
_________. 1994. Pengantar Sejarah Sufi dan Tasawuf, Cet-8, Solo: Ramadhani.
_________. 1996. Pengantar Ilmu Tarekat, Solo: Ramadhani.
Azra, Azyumardi. 2002. Tasawuf dan Tarekat, dalam Taufik Abdullah (ed), Ensiklopedi Tematis Dunia Islam: Dinamika Masa Kini. Jilid 6, Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve.
Bruinessen. Martin Van. 1992. Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah, Bandung: Mizan.
_________. 1995. Kitab Kuning, Pesantren dan tarekat, Tradisi-tradisi Islam di Indonesia, Bandung : Mizan.
_________. 1998. Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia, Bandung: Mizan.
Daradjat, Zakiah. Kesehatan Mental, Jakarta: Gunung Agung.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 1997. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Hamka. 1984. Tasawuf Perkembangan dan Pemurniannya, Cet. 9. Jakarta: Pustaka Panjimas.
Ibrahim, Duski. 2014. Risalah Tasawuf; Media Bagi Para Pencari Kebahagiaan dan Kebenaran Hakiki, Palembang: Grafika Telindo Press.
Ismail, Asep Usman, 1993. Ensiklopedi Islam Vol III “Tasawuf”, Cet I, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Kahmad, Dadang, 2002. Tarekat Dalam Islam Spiritualitas Masyarakat Modern, Bandung: Pustaka Setia.
Masyhuri, Aziz. 2006. Permasalahan Thariqah: Hasil kesepakatan Muktamar dan Mubes Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Muktabarah Nahdlatul Ulama, Surabaya: Khalista.
_________. 2014. Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat Dalam Tasawuf, Surabaya: Imtiyaz.
Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Muhaimin, et.al. 1996. Paradigma Pendidikan Islam; Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Surabaya: Citra Media.
_________. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi, Jakarta : Rajagrafindo Persada, 2010.
Mulyana, Rohmat. 2004. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai, Bandung: Alfabeta.
Mulyati, Sri, dkk, Mengenal dan Memahami Tarekat-tarekat Muktabarah di Indonesia, Cet. II. Jakarta: Prenada Mulia 2005.
Mustofa. 2007. Akhlak Tasawuf, Cet. IV, Bandung: Pustaka Setia.
Nasr, Sayyid Husein. 1991. Tasawuf Dulu dan Sekarang, Terj. Oleh Abd. Hadi W.M., Jakarta: Pustaka Firdaus.
Nasution, Harun. 1990. Thoriqot Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Sejarah, Asal-Usul, dan Perkembangannya, Tasikmalaya: Institut Islam Latifah Mubarakah.
________. 2004. Falsafah dan Mistisisme dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang.
Nata, Abuddin. 1996. Akhlak Tasauf, Jakarta: Rajawali Pres.
Nur, Djamaan. 2004. Tasawuf dan Tarekat Naqsyabandiyah Pimpinan Prof. Dr. H. Saidi Syekh Kadirun Yahya, Medan: Usu Press.
Ramayulis. 1994. Pengantar Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: kalam Mulia.
________. 2004. Ilmu pendidikan Islam, Cet-4, Jakarta: Kalam Mulia.
Sambas, Ahmad Khatib. tt. Fath al-‘Arifin, Surabaya: Bungkul Indah.
Satori, Djam’an. 2012. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta.
Schimmel, Annemarie. 1986. Mystical Dimension of Islam, terj. S. Djoko Damono, dkk, Dimensi Mistik dalam Islam, Jakarta, Pustaka Firdaus.
Shadily, Hasan. 1997. Ensiklopedi Islam, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, PT Ichtiar Baru van Hoeve.
Siregar, Rivay. 2000. Tasawuf dari Sufisme Klasik ke Neo Klasik, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Siregar, L. Hidayat, 2008. Tarekat Doktrin dan Sejarah, Bandung: Citapustaka Media Perintis.
Siroj, Said Aqil. 2006. Tasawuf Sebagai Kritik Sosial, Cet. I, Bandung: Mizan Pustaka.
Thohir, Ajid, Gerakan Politik Kaum Tarekat: Telaah Historis Gerakan Politik Antikolonialisme Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Pulau Jawa, cet. 1 Bandung: Pustaka Hidayah, 2002.