Tebona: Permainan untuk melatih konsentrasi anak

Penulis

  • Rahmah Novianti
  • Dinda Marega
  • Desvi Wahyuni UIN Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.19109/ra.v6i1.13292

Kata Kunci:

Permainan, Tebona, Penelitian Pengembangan

Abstrak

Tebona atau tepuk bola warna merupakan bentuk pengembangan dari permainan tepuk bola dengan menggunakan wadah dan bola berwarna. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat efektivitas dari pengembangan permainan tebona untuk melatih konsentrasi pada 15 anak di kelompok B TK PGRI Kertamukti. Dengan menggunakan metode penelitian Research and Development (RnD) desain Born dan Gall, permainan tebona dapat melatih konsentrasi anak dengan nilai validasi ahli materi 94,1% dengan kategori sangat valid dan nilai validasi ahli permainan 90% dengan kategori sangat valid.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adriany, V. (2019). Being a princess: Young children’s negotiation of femininities in a Kindergarten classroom in Indonesia. Gender and Education, 31(6), 724–741. https://doi.org/10.1080/09540253.2018.1496229
Adriany, V., & Warin, J. (2014). Preschool teachers’ approaches to care and gender differences within a child-centred pedagogy: Findings from an Indonesian kindergarten. International Journal of Early Years Education, 22(3), 315–328. https://doi.org/10.1080/09669760.2014.951601
Al Faruqi, A. I. (2016). Meningkatkan daya serap siswa pada pembelajaran geometri menggunakan ice breaking. Jurnal Riset Pendidikan, 2(1).
Andriani, T. (2012). Permainan tradisional dalam membentuk karakter anak usia dini. Jurnal Sosial Budaya, 9(1), 121–136.
Chandrawaty, Puspitasari, I., Sari, D. A., Badroeni, Hidjanah, Dewi, R. S., Wati, D. E., Lubis, M., Rachmat, I. F., Cahyati, N., Irna, Anggarasari, N. H., Afdal, Z., Rahmah, & Masykuroh, K. (2020). Pendidikan anak usia dini prespektif dosen PAUD perguruan tinggi Muhammadiyah. Edu Publisher.
Darmadi. (2018). Asyiknya belajar sambil bermain. Geupedia.
Desmariani, E. (2020). Metode pengembangan fisik anak usia dini. Pustaka Galeri Mandiri.
Dwi, R. A., & Subagio, F. M. (2013). Penggunaan media gambar untuk meningkatkan proses pembelajaran tema tanaman dan binatang di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(2), 1–9.
Edwards, C. P. (2000). Children’s play in cross-cultural perspective: A new look at the Six Cultures study. Cross-Cultural Research, 34(4), 318–338. https://doi.org/10.1177/106939710003400402
Fauziddin, M. (2018). Pemanfaatan permainan tepuk dalam mengembangkan aspek fisik motorik pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Tembusai, 2(5), 1370–1377.
Fauziddin, M., & Mufarizuddin. (2018). Useful of clap hand games for optimalize cogtivite aspects in Early Childhood Education. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 162–169. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i2.76
Hurlock, E. (2014). Perkembangan anak. Erlangga.
Isnawati, R. (2020). Cara kreatif dalam proses belajar (Konsentrasi belajar pada anak gejala gangguan pemusatan perhatian (ADD)). Jakad Media Publishing.
Khotimah, S. H., Sunaryati, T., & Suhartini, S. (2020). Penerapan media gambar sebagai upaya dalam peningkatan konsentrasi belajar anak usia dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 676. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.683
Kurniati, E. (2016). Permainan tradisional dan perannya dalam mengembangkan keterampilan sosial anak. Prenadamedia Group.
Mar’at, S. (2005). Psikologi perkembangan. Remaja Rosdakarya.
Munawaroh, S. D., & Khotimah, N. (2018). Pengaruh media bola warna terhadap kemampuan mengenal warna anak kelompok A di TK Dahlia Jagir Sidoresmo Surabaya. Jurnal PAUD Teratai, 7(1), 1–4.
Nur, H. (2013). Membangun karakter anak melalui permainan anak tradisional. Jurnal Pendidikan Karakter, III(1), 87–94. https://doi.org/10.2991/isphe-18.2018.57
Nurtajudin, Rahayu, T., & Sulaiman. (2015). Pengaruh latihan koordinasi mata-kaki-tangan dan tingkat keseimbangan motorik kasar anak usia dini. Journal of Physical Education and Sports, 4(2), 154–158. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpes
Olivia, F., & Noverina, A. (2012). Makanan super untuk melejitkan konsentrasi dan kreativitas anak. Gramedia Pustaka Utama.
Purnama, S., Hijriyani, Y. S., & Heldanita. (2019). Pengembangan alat permainan edukatif anak usia dini (N. Nita (ed.)). Remaja Rosdakarya.
Sugiono. (2019). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Suizzo, M. A., & Bornstein, H. M. (2006). French and European American child-mother play: Culture and gender considerations. International Journal of Behavioral Development, 30(6), 498–508. https://doi.org/10.1177/0165025406071912
Sujiono, Y. N. (2013). Konsep dasar PAUD. PT Indeks.
Suyadi, & Ulfah, M. (2013). Konsep dasar PAUD. Remaja Rosdakarya.
Zaini, H., & Dewi, K. (2017). Pentingnya media pembelajaran untuk anak usia dini. Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 81–96. https://doi.org/10.19109/ra.v1i1.1489
Ziana, E. (2018). Melatih konsentrasi melalui permainan wire game pada anak usia 5-6 tahun. Jurnal Talenta Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 88–105.

Diterbitkan

29-07-2022

Cara Mengutip

Novianti, R., Marega, D., & Wahyuni, D. (2022). Tebona: Permainan untuk melatih konsentrasi anak. Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(1), 1-11. https://doi.org/10.19109/ra.v6i1.13292