Pengaruh El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) Terhadap Curah Hujan dan Korelasinya dengan Consecutive Dry Days (CDD) Provinsi Sumatera Selatan dari Tahun 1981-2020
Isi Artikel Utama
Abstrak
El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD)`merupakan kejadian dimana Fenomena kenaikan dan penurunan temperatur muka laut menjadi tidak wajar. Peristiwa yang lebih kuat dimana anomali temperatur muka laut menjadi besar, maka hal ini mengganggu populasi ikan dan burung lokal. Fenomena ENSO dan IOD juga berpengaruh terhadap curah hujan di beberapa wilayah Indonesia. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis pengaruh fenomena ENSO dan IOD terhadap curah hujan di Provinsi Sumatera Selatan dari tahun 1981 sampai dengan tahun 2020 dan korelasi antara Consecutive Dry Days (CDD) dan Curah Hujan di Provinsi Sumatera Selatan selama 40 tahun terakhir. Data ENSO dan Data IOD dianalisis terhadap data curah hujan dianalisis dengan menggunakan metode regresi linier sederhana serta dikaitkan dengan CDD di Provinsi Sumatera Selatan dengan Metode korelasi. Selain itu juga dilakukan analisis korelasi antara indeks Niño 3.4 dan Dipole Mode Index (DMI) dengan curah hujan pada dua stasiun yaitu Stasiun Klimatologi Palembang dan Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fenomena ENSO dan IOD terhadap curah hujan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh ENSO dan IOD terhadap curah hujan di setiap stasiun secara umum tidak signifikan. Keadaan curah hujan di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan selama 40 tahun terakhir hampir tidak dipengaruhi oleh El Niño dan La Niña. Hal tersebut diduga karena letak Wilayah Sumatera Selatan yang berada di daerah Munsonal. Daerah Monsunal dicirikan oleh tipe curah hujan yang bersifat unimodial (satu puncak musim hujan) dimana pada bulan Juni, Juli dan Agustus terjadi musim kering, sedangkan untuk bulan Desember, Januari dan Februari merupakan bulan basah. Enam bulan sisanya merupakan periode peralihan atau pancaroba (tiga bulan peralihan musim kemarau ke musim hujan dan tiga bulan peralihan musim hujan ke musim kemarau).
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Cara Mengutip
Referensi
Aldrian, E., & Dwi Susanto, R. (2003). Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature. International Journal of Climatology, 23(12), 1435–1452. https://doi.org/10.1002/joc.950
Ardiani, N. (2013). Penggunaan empirical orthogonal function (eof) untuk identifikasi karakteristik curah hujan (studi kasus: das ciujung-cidurian) normi ardiani.
Baeda, A. Y., Pao’Tonan, C., & Abdullah, D. (2019). The correlation between sea surface temperature and MJO incidence in Indonesian waters. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 235(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/235/1/012020
Bhatti, A. S., Wang, G., Ullah, W., Ullah, S., Hagan, D. F. T., Nooni, I. K., Lou, D., & Ullah, I. (2020). Trend in extreme precipitation indices based on long term in situ precipitation records over Pakistan. Water (Switzerland), 12(3), 1–19. https://doi.org/10.3390/w12030797
Brandes, E. E., Zhang, G., & Vivekanandan, J. (2002). Experiments in rainfall estimation with a polarimetric radar in a subtropical environment. Journal of Applied Meteorology, 41(6), 674–683. https://doi.org/10.1175/1520-0450(2002)041<0674:EIREWA>2.0.CO;2
De Beurs, K. M., Henebry, G. M., Owsley, B. C., & Sokolik, I. N. (2018). Large scale climate oscillation impacts on temperature, precipitation and land surface phenology in Central Asia. Environmental Research Letters, 13(6). https://doi.org/10.1088/1748-9326/aac4d0
Dewanti, Y. P., Muliadi, & Adriat, R. (2018). Pengaruh El Niño Southern Oscillation (ENSO) Terhadap Curah Hujan di Kalimantan Barat. Prisma Fisika, 6(3), 145–151.
Handoko, E. Y., Filaili, R. B., & . Y. (2019). Analisa Fenomena Enso Di Perairan Indonesia Menggunakan Data Altimetri Topex/Poseidon Dan Jason Series Tahun 1993 – 2018. Geoid, 14(2), 43. https://doi.org/10.12962/j24423998.v14i2.3892
Harrison, D. E. (1998). El Nino-Southern Oscillation Sea Surface Temperature and Wind Anomalies. 98, 353–399.
Hermon, D. (2014). Impacts of land cover change on climate trend in Padang Indonesia. Indonesian Journal of Geography, 46(2), 138. https://doi.org/10.22146/ijg.5783
IPCC. (2018). IPCC Special Report on the impacts of global warming of 1.5°C. In Ipcc - Sr15. https://report.ipcc.ch/sr15/pdf/sr15_spm_final.pdf%0Ahttp://www.ipcc.ch/report/sr15/
Kumar, S., Silva, Y., & Moya-álvarez, A. S. (2019). Artikel Penelitian Perbedaan Musiman dan Regional dalam Peristiwa Curah Hujan Ekstrim dan Kontribusinya terhadap Curah Hujan Dunia : Pengamatan GPM. 2019.
Kumar, S., Silva, Y., Moya-Álvarez, A. S., & Martínez-Castro, D. (2019). Seasonal and regional differences in extreme rainfall events and their contribution to the world’s precipitation: GPM observations. Advances in Meteorology, 2019, 6–9. https://doi.org/10.1155/2019/4631609
Mulyana, E. (2002). Hubungan Antara ENSO dengan Variasi Curah Hujan di Indonesia. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 3(1), 1–4.
Sari, F. M. (2016). Peramalan Curah Hujan Ekstrim Secara Spasial (Studi Kasus: Curah Hujan Bulanan Di Kabupaten Indramayu). Sambutan Ketua Panitia. https://www.researchgate.net/profile/Risni_Yuhan/publication/328449445_Prosiding_SEMASTAT_2016/links/5bced5f9a6fdcc204a0138d2/Prosiding-SEMASTAT-2016.pdf#page=105
Siswanto, S., Oldenborgh, G. J. Van, Nederlands, K., Instituut, M., Nederlands, K., Instituut, M., Nederlands, K., & Instituut, M. (2015). Perubahan suhu , curah hujan ekstrim , dan curah hujan diurnal di kota Jakarta yang mengalami urbanisasi di masa lalu. November 2018.
Strategy, A. (2011). INDONESIA ADAPTATION STRATEGY Improving Capacity to Adapt. 39.
Tavakol, A., Rahmani, V., & Harrington, J. (2020). Evaluation of hot temperature extremes and heat waves in the Mississippi River Basin. Atmospheric Research, 239(February), 104907. https://doi.org/10.1016/j.atmosres.2020.104907
Thomas B. McKee, N. J. D. and J. K. (1993). Analysis of Standardized Precipitation Index (SPI) data for drought assessment. Water (Switzerland), 26(2), 1–72. https://doi.org/10.1088/1755-1315/5
Ye, Z., & Li, Z. (2017). Spatiotemporal variability and trends of extreme precipitation in the Huaihe river basin, a climatic transitional zone in East China. Advances in Meteorology, 2017. https://doi.org/10.1155/2017/3197435
Zhan, Y. J., Ren, G. Y., Shrestha, A. B., Rajbhandari, R., Ren, Y. Y., Sanjay, J., Xu, Y., Sun, X. B., You, Q. L., & Wang, S. (2017). Changes in extreme precipitation events over the Hindu Kush Himalayan region during 1961–2012. Advances in Climate Change Research, 8(3), 166–175. https://doi.org/10.1016/j.accre.2017.08.002
Zhou, B., Xu, Y., Wu, J., Dong, S., & Shi, Y. (2016). Changes in temperature and precipitation extreme indices over China: Analysis of a high-resolution grid dataset. International Journal of Climatology, 36(3), 1051–1066. https://doi.org/10.1002/joc.4400
Diani, R. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelaran Fisika Berbasis Pendidikan Karakter Dengan Model Problem Basen Instruction. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 4 (2), 231-241.
Sugiyono. (2011). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.